Bagaimana Alam Semesta Bermula?
Sebenarnya sudah ada bukti pengamatan
yang mendukung tentang pengembangan alam semesta. Astronom amerika Vesto
Slipher pada tahun 1912 mengamati sekumpulan nebula spiral yang
belakangan ternyata adalah sebuah galaksi yang berbentuk spiral (pada
saat itu para ilmuwan belum mengetahui adanya galaksi diluar bima
sakti). Yang menjadi fokus pengamatan adalah pergeseran merah yang
terjadi pada galaksi ini. Pergeseran ini menunjukkan bahwa galaksi ini
bergerak menjauh dari galaksi kita (termasuk semua galaksi lainnya).
Hasil ini tentunya sangat kontroversial karena diluar pandangan umum
yang berlaku pada saat itu yang menganggap bahwa alam semesta kita
statis (mendukung Einstein).
Berdasarkan dari hasil-hasil pengamatan
ini, ilmuwan selanjutnya berpandangan bahwa, dahulu kala diawal waktu,
alam semesta kita adalah sesuatu yang padu. Semua materi, energi dan
juga ruang bersama-sama berkumpul disatu titik. Yang menghasilkan
kepadatan yang luar biasa dan juga suhu yang amat tinggi (sekitar
300.000.000.000 derajat Celicius).
Teori Big Bang
Fakta diatas selanjutnya menuntun para
ilmuwan untuk merumuskan kerangka teori yang sesuai dengan hasil
pengamatan ini. Selanjutnya diusulkanlah seperangkat teori yang bernama
“Big Bang” yang berarti “Ledakan Besar”. Pada intinya teori ini
mengatakan bahwa alam semesta bermula dari titik awal atau disebut
dengan Singularitas, kemudian meledak dan terus berkembang selama
milyaran tahun untuk membentuk alam semesta seperti yang kita kenal
sekarang ini.
Gambar: Ekspansi Alam Semesta (Image From: Wikipedia.org)
Tentunya teori ini mendapat banyak
tentangan dari para ilmuwan lainnya khususnya datang dari para pendukung
gambaran alam semesta statis (Steady State Universe). Tetapi
bukti-bukti pendukung tentang teori ini berhasil meruntuhkan ketidak
percayaan mereka.
Bukti Pendukung Teori Big Bang
Bukti pendukung dari teori ini diantanya:
- Penemuan Radiasi Latar belakang sinar kosmik oleh Penzias & Wilson. Radiasi ini adalah radiasi sisa-sisa ledakan, yang selanjutnya menghantarkan mereka meraih penghargaan Nobel pada tahun 1978.
- Pengamatan astronomi yang memperlihatkan bahwa semua galaksi bergerak menjauh yang ditunjukkan oleh pergesaran merah dari galaksi tersebut. Pergesaran merah adalah gelombang yang dikeluarkan oleh masing-masing galaksi, warna merah adalah warna dengan panjang gelombang terbesar.
Demikianlah Ilmu Fisika menjelaskan
tentang bagaimana alam semesta bermula. Walaupun diwarnai dengan
kontroversi dan perdebatan dari para Fisikawan. Tentunya tidak dapat
dipastikan bahwa teori ini sudah benar, tetapi sekurang-kurangnya
penjelasan inilah penjelasan terbaik yang mampu dipersembahkan oleh para
Fisikawan kita. Tidak tertutup kemungkinan dimasa depan, akan ada teori
lagi yang bisa memberikan penjelasan yang lebih baik.
Sumber :
Artikelnesia / 29/08/2011

Komentar
Posting Komentar